1. Definisi Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari
“Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu
perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli
memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan
bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan
untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa
media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National
Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah
sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras (Arief S. Sadiman dkk, 2006: 6-7). Dari ketiga pendapat di atas
disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta
didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta
didik.
Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan
sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem pembelajaran di samping
pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Pengertian media ini masih sering
dikacaukan dengan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software)
berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan
menggunakan peralatan. Peralatan atau perangkat keras (hardware) merupakan
saana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut (Arief
S. Sadiman dkk, 2006: 19). Jadi, media terdiri atas dua unsur yaitu perangkat
keras (hardware) atau alat dan perangkat lunak (software) atau bahan.
Transparansi, program video adalah software atau bahan. Software atau bahan
tersebut hanya bisa disajikan jika tersedia alatnya, yaitu OHP, video player.
Agar lebih jelas lagi perlu juga dikemukakan konsep lain
yang sangat berkaitan dengan media pembelajaran, yaitu sumber belajar. Konsep
sumber belajar memiliki cakupan yang lebih luas, yaitu semua sumber (baik
berupa data, orang, benda) yang dapat digunakan untuk memberi
fasilitas/kemudahan belajar bagi peserta didik. Sumber belajar meliputi
POBATEL:
- Pesan (ide, fakta, data, ajaran, informasi, dll)
- Orang (guru, dosen, instruktur, widyaiswara, dll)
- Bahan (buku teks, modul, transparansi, kaset program audio, film, program CAI/CBI, dll)
- Alat (OHP, komputer, tape recorder, CD player, dll)
- Teknik (praktikum, demonstrasi, diskusi, tutorial, pembelajaran mandiri, dll)
- Lingkungan (gedung sekolah, kebun, pasar, dll)
Apa pula bedanya dengan alat peraga, dan alat bantu
pembelajaran? Pada dasarnya keduanya termasuk dalam media, karena konsep media
merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep-konsep tersebut. Alat peraga
adalah alat atau benda yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip
atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkret. Alat bantu adalah
alat/benda yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang
digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas
pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat
bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar
pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya
alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang
pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi
semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet
2. Ciri-ciri Media Pembelajaran
Gerlach & Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang
merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa saja yang dapat dilakukan
media yang mungkin guru tidak mampu (kurang efisien) melakukannya
A. Ciri fiksatif (Fixative property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan,
melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek.
B. Ciri Manipulatif (Manipulative
property)
Transformasi suatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena
media memiliki cirri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari
dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik
pengambilan gambar time-laps recording.
C. Ciri distributif (distributive
property)
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau
kejadian ditransformasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian
tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama mengenai kejadian itu (Azhar Arsyad, 2007: 12-14)
3. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan
dalam dua jenis, yaitu media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan
dan terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization),
dan media rancangan karena perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk
maksud atau tujuan pembelajaran tertentu (media by design). Masing-masing jenis
media ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan dari media jadi
adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya. Sebaliknya,
mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan
tertentu akan memeras banyak waktu, tenaga meupun biaya karena untuk
mendapatkan keandalan dan kesahihannya diperlukan serangkaian kegiatan validasi
prototipenya. Kekurangan dari media jadi adalah kecilnya kemungkinan untuk
mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau
kebutuhan pembelajaran setempat (Arief S. Sadiman dkk, 2006: 83-84)
Ditinjau dari bentuknya, terdapat berbagai jenis media
pembelajaran, diantaranya :
a.
Media
Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
b.
Media
Auditif : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
c.
Projected
still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
d.
Projected
motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Anderson (1976) mengelompokkan media pembelajaran menjadi 10
golongan sebagai berikut.
No Golongan Media Contoh
- Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
- Cetak Buku pelajaran, modul, brosur, koran, foto/ gambar
- Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
- Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT)
- Proyeksi audio visual Film bingkai (slide) bersuara
- Visual gerak Film bisu, animasi
- Audio visual gerak Film gerak bersuara, video/VCD, televisi
- Objek fisik Benda nyata, model, spesimen
- Manusia dan lingkungan Guru, pustakawan, laboran
- Komputer CAI, CBI,
Rebert Heinich (1996) menyebutkan macam-macam media yang
digunakan dalam proses pembelajaran sebagai berikut:
- Media non proyeksi seperti foto, diagram, disply, dan model
- Media proyeksi seperti slide, overhead transparency (OHT), proyeksi komputer
- Media audio seperti kaset dan compact disc (CD)
- Media bergerak seperti video dan film
- Pembelajaran yang dimediasi komputer
- Multimedia dan hypermedia berbasis komputer
- Media seperti radio dan televise yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh (Robert Heinich at. al., 1996: 8)
Sejalan dengan perkembangan IPTEK, penggunaan media baik
yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion
media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang
disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya
bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang
bersifat interaktif.
Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan
tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media 1 2 3 4 5 6
Gambar Diam S T S S R R
Gambar Hidup S T T T S S
Televisi S S T S R S
Obyek Tiga Dimensi R T R R R R
Rekaman Audio S R R S R S
Programmed Instruction S S S T R S
Demonstrasi R S R T S S
Buku teks tercetak S R S S R S
Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5 = Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
4. Kriteria Memilih Media Pembelajaran
Keberhasilan menggunakan media dalam proses pembelajaran
untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara
menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam
memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Tidak
berarti bahwa semakin canggih media yang digunakan akan semakin tinggi hasil
belajar atau sebaliknya. Untuk tujuan pembelajaran tertentu dapat saja
penggunaan papan tulis lebih efektif dan lebih efesien daripada penggunaan LCD,
apabila bahan ajarnya dikemas dengan tepat serta disajikan kepada siswa yang tepat
pula. Sungguhpun demikian, secara operasional ada sejumlah pertimbangan dalam
memilih media pembelajaran yang tepat, antara lain :
A.
Access
Kemudahan akses menjadi pertimbangan
pertama dalam memilih media. Apakah media yang diperlukan itu tersedia, mudah
dan dapat dimanfaatkan oleh murid? Misalnya, kita ingin menggunakan media
internet, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, apakah ada saluran untuk
koneksi ke internet, adakah jaringan teleponnya? Akses juga menyangkut aspek
kebijakan, misalnya apakah murid diizinkan untuk menggunakan komputer yang
terhubung ke internet? Jangan hanya kepala sekolah saja yang boleh menggunakan
internet, tetapi juga guru/karyawan dan murid. Bahkan murid lebih penting untuk
memperoleh akses.
B.
Cost
Biaya juga harus menjadi bahan
pertimbangan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita. Media
pembelajaran yang canggih biasanya mahal. Namun biaya itu harus kita hitung
dengan aspek manfaat. Sebab semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost
dari sebuah media akan semakin menurun.
C.
Technology
Mungkin saja kita tertarik kepada
satu media tertentu. Tetapi kita perlu memperhatikan apakah teknisinya tersedia
dan mudah menggunakannya? Katakanlah kita ingin menggunakan media audio visual
untuk di kelas, perlu kita pertimbangkan, apakah ada aliran listriknya, apakah
voltase listriknya cukup dan sesuai, bagaimana cara mengoperasikannya?
D.
Interactivity
Media yang baik adalah yang dapat
memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Semua kegiatan pembelajaran
yang akan dikembangkan oleh guru tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran tersebut.
E.
Organization
Pertimbangan yang juga penting
adalah dukungan organisasi. Misalnya apakah pimpinan sekolah atau pimpinan
yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya? Apakah di sekolah tersedia
sarana yang disebut pusat sumber belajar?
F.
Novelty
Kebaruan dari media yang akan
dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Sebab media yang lebih baru biasanya
lebih baik dan lebih menarik bagi murid. Dari beberapa pertimbangan di atas,
yang terpenting adalah adanya perubahan sikap guru agar mau memanfaatkan dan
mengembangkan media pembelajaran yang “mudah dan murah”, dengan memanfaatkan
sumberdaya yang ada di lingkungan sekitarnya serta memunculkan ide dan
kreativitas yang dimilikinya.
Kriteria
yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan
tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan
atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata, tentunya media
audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai
bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau
tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan
video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat
melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta
didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Lebih
terperinci beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media dapat
dijelaskan sebagai berikut:
w Sesuai dengan tujuan atau standar
kompetensi yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan atau standar
kompetensi yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu
atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
w Tepat untuk mendukung isi pelajaran
yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
w Praktis, luwes, dan bertahan
w Guru terampil menggunakannya
w Pengelompokan sasaran. Media yang
efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada
kelompok kecil atau perorangan.
w Mutu teknis. Pengembangan visual
baik gambar maupun fotografi harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.
Misalnya, visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang
ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang
berupa latar belakang (Azhar Arsyad, 2007:75-76)
5. Pengembangan Media Pembelajaran
Pengembangan media pembelajaran hendaknya dilakukan dengan
persiapan dan perencanaan yang teliti. Langkah-langkah dalam program
pengembangan media dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Menganalisis kebutuhan dan
karakteristik siswa
b. Merumuskan tujuan instruksional
(standar kompetensi) secara operasional dank has
c. Merumuskan butir-butir materi secara
terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
d. Mengembangkan alat pengukur
keberhasilan
e. Menulis naskah media
f. Mengadakan tes dan revisi
6. Fungsi Media Pembelajaran
Dalam
suatu proses belajar mengajar, dua unsur amat penting adalah metode mengajar
dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu
metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang
sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam
memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respons yang
diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks
pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan
bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu
mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata
dan diciptakan oleh guru.
Hamalik
(1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi
pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan
penyampaian pesan serta isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan
motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa
meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan tepercaya,
memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
Secara
umum, kedudukan media dalam sistem pembelajaran adalah sebagai:
w Alat
bantu;
w Alat
penyalur pesan;
w Alat
penguatan (reinforcement);
w Wakil
guru dalam menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas, dan menarik.
Levie
dan Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media
visual, yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, dan
(d) fungsi kompesantoris.
(a) Fungsi
atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
(b) Fungsi
afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika
belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat
menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah
sosial atau ras.
(c) Fungsi
kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan
bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami
dan mengingat pesan atau informasi yang terkandung dalam gambar.
(d) Fungsi
kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media
visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi
siswa yang lemah dan lambat menerima serta memahami isi pelajaran yang
disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Media
pembelajaran, menurut Kemp dan Dayton (1985: 28), dapat memenuhi tiga fungsi
utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok
pendengar yang besar jumlahnya, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2)
menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi. Untuk memenuhi fungsi
motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau
hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para
siswa atau pendengar untuk bertindak. Pencapaian tujuan ini akan mempengaruhi sikap,
nilai, dan emosi.
Tujuan
informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi
dihadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat amat umum,
berfungsi sebagai pengantar, ringkasan laporan, atau pengetahuan latar
belakang. Media untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam
media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam
bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus
dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi
prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif.
Tiga
kelebihan kemampuan media (Gerlach dan Ely dalam Ibrahim, Te.al., 2001) adalah
sebagai berikut.
Pertama,
kemampuan fiksiatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan
kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian
dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada
saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
Kedua,
kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau
kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan,
misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula
diulang-ulang penyajiannya.
Ketiga,
kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar
jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau
Radio.
7. Peran Media Pembelajaran
Dalam
pendidikan, media difungsikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Karenanya, informasi yang terdapat dalam media harus dapat
melibatkan siswa, baik dalam benak maupun mental dalam bentuk aktivitas yang
nyata, sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih
sistematis dan psikologis, serta ditinjau dari segi prinsip-prinsip belajar
agar dapat menyiapkan instruksi belajar yang efektif. Di samping menyenangkan
dan memenuhi kebutuhan individu siswa, karena setiap siswa memiliki kemampuan
yang berbeda.
Menurut
Kemp dan Dayton (1985; 3-4) meskipun telah lama disadari bahwa banyak
keuntungan penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta
pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan lambat. Mereka
mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari
penggunaan media sebagai integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama
pembelajaran langsung berikut:
(a) Penyampaian
pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar
penyajian melalui media menerima pesan yang sama.
(b) Pembelajaran
bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagi penarik perhatian dan
membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan.
(c) Pembelajaran
dapat lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip
psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan
penguatan.
(d) Lama
waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media
hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran
dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.
(e) Kualitas
hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai
media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan
cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas.
(f) Pembelajaran
dapat diberikan kapan dan di mana diinginkan dan diperlukan terutama jika media
pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
(g) Sikap
positif siswa terhadap apa yang mereka pelajar dan terhadap proses belajar dapat
ditingkatkan.
(h) Peran
guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.
Sudjana
dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar
siswa, yaitu:
a. Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
b. Bahan
pembelajaran akan lebih jela maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa
dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
c. Metode
mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak
kehabisan tenaga;
d. Siswa
dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Encyclopedia
of Educational Research dalam Hamalik (1994:15) merincikan manfaat media pendidikan
sebagai berikut.
(a) Meletakkan
dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh itu mengurangi verbalisme.
(b) Memperbesar
perhatian siswa.
(c) Meletakkan
dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat
pelajaran lebih mantap.
(d) Memberikan
pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan
siswa.
(e) Menumbuhkan
pemikiran yang teratur dan kontiyu, terutama melalui gambar hidup.
(f) Membantu
tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
(g) Memberikan
pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi
dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
Dari
uraian dan pendapat beberapa ahli di atas, dapatlah disimpulkan beberapa
manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar
sebagai berikut:
a. Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian dan informasi sehingga dapat
memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b. Media
pembelajaran dapat meningkatkan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan
lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
c. Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
d. Media
pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang
peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya
interaksi lingkungan dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya
melalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
Daftar Pustaka
Azhar, Arsyad Prof. 2009 . MEDIA
PEMBELAJARAN. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Daryanto. 2013. MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Kustandi, Cecep, dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Daryanto. 2013. MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Kustandi, Cecep, dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
https://www.google.co.id/amp/s/ismailbugis.wordpress.com/2011/06/19/konsep-media-pembelajaran/amp/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar